Pernahkah Anda memandangi area carport atau taman belakang rumah dan merasa ada sesuatu yang “hilang”?
Mungkin tanamannya sudah rimbun, cat dindingnya sudah estetik, tapi area pijakan atau penutup tanahnya masih terlihat kusam. Entah itu plesteran semen yang membosankan, atau tanah merah yang selalu bikin becek saat musim hujan tiba. Jika ini masalah Anda, solusinya bukan keramik mahal yang licin, melainkan kembali ke alam: Batu Koral.
Di tahun 2026 ini, tren desain arsitektur semakin condong ke arah Biophilic Design—membawa unsur alam sedekat mungkin ke dalam hunian. Batu koral menjadi elemen kunci karena teksturnya yang autentik, kemampuannya menyerap air, dan fleksibilitasnya untuk berbagai gaya desain, mulai dari minimalis modern, rustic, hingga tropis Bali.
Namun, hati-hati. Dunia batu koral itu luas. Ada batu yang cantik tapi rapuh diinjak mobil. Ada batu yang terlihat bagus di toko, tapi berubah kusam dalam sebulan. Salah memilih jenis dan ukuran bisa membuat investasi renovasi Anda sia-sia.
Dalam panduan super lengkap ini, kami akan membedah 16 Jenis Batu Koral paling populer di Indonesia. Kami akan mengupas tuntas karakteristik fisik, ukuran, fungsi terbaik, hingga estimasi biaya yang harus Anda siapkan.
Siapkan kopi Anda, mari kita bedah satu per satu.
Mengenal Karakteristik Batu Koral & Fungsinya
Sebelum Anda memutuskan membeli puluhan karung, mari samakan persepsi dulu. Apa sebenarnya batu koral itu?
Secara umum, batu koral (pebble stone) yang beredar di pasaran Indonesia terbagi menjadi dua kategori besar berdasarkan asalnya dan proses pembentukannya:
- Batu Koral Alami (Natural River/Sea Stones):Batu ini diambil langsung dari dasar sungai atau pesisir laut. Bentuknya lonjong tak beraturan (oval/pipih) karena terkikis arus air selama ribuan tahun. Contohnya: Batu Kupang, Batu Alor, Batu Bengkulu. Karakteristiknya sangat natural, teksturnya bervariasi, dan ukurannya tidak seragam.
- Batu Koral Olahan (Tumbled Stones):Batu ini berasal dari bongkahan batu alam besar yang dipecah, lalu diproses menggunakan mesin tumbler (penggiling) hingga sudut-sudut tajamnya hilang dan menjadi bulat sempurna. Contohnya: Batu Italy Series (Putih, Hitam, Merah, Hijau). Karakteristiknya lebih presisi, bulat rapi, dan warnanya lebih solid.
Fungsi Utama Batu Koral:
- Koral Sikat: Batu dicampur adukan semen untuk lantai garasi/teras yang kuat dan anti-selip.
- Koral Tabur: Penutup tanah di taman kering (dry garden) pengganti rumput.
- Filter & Dekorasi Air: Media filter biologis kolam koi atau hiasan dasar akuarium.
- Therapeutic: Jalur refleksi kaki alami.
Kelebihan dan Kekurangan Lantai Batu Koral
Sebagai penulis yang objektif, saya harus jujur. Batu koral memang indah, tapi bukan material “ajaib” tanpa kelemahan. Berikut pertimbangannya:
Kelebihan
- Anti-Selip: Tekstur kasar dari lantai koral sikat memberikan cengkeraman maksimal untuk ban kendaraan maupun kaki manusia, bahkan saat hujan deras.
- Estetika Fleksibel: Bisa dibentuk pola apa saja. Kotak-kotak minimalis? Bisa. Pola bunga klasik? Bisa.
- Menyerap Air): Jika digunakan sebagai koral tabur, air hujan langsung meresap ke tanah, mengurangi risiko genangan dan menjaga cadangan air tanah rumah Anda.
- Low Maintenance (Untuk Tabur): Lupakan memotong rumput liar setiap minggu. Hamparan batu koral di atas weed mat akan menekan pertumbuhan gulma secara signifikan.
Kekurangan
- Musuh Utama: Lumut: Batu alam berpori (terutama warna terang seperti putih/krem) mudah berlumut di area lembab jika tidak dirawat atau di-coating.
- Sulit Dibersihkan (Untuk Tabur): Jika ada daun kering jatuh di hamparan batu koral tabur, menyapunya agak tricky. Anda butuh blower atau mengambilnya manual agar batu tidak ikut tersapu.
- Bisa Terlepas (Untuk Sikat): Jika adukan semen kurang kuat atau tukangnya kurang ahli, butiran batu koral sikat bisa “pruthul” (terlepas) seiring waktu.
16 Jenis Batu Koral Sikat & Tabur Paling Populer
Inilah inti dari panduan ini. Berikut adalah bedah tuntas ke-16 jenis batu yang mendominasi pasar batu alam Indonesia saat ini.
1. Batu Koral Alor Hitam

Batu ini adalah primadona dari Indonesia Timur (NTT). Harganya yang premium sebanding dengan kualitas visual yang ditawarkannya.
- Karakteristik: Berwarna hitam pekat (terutama saat basah atau di-coating), namun cenderung abu gelap saat kering. Bentuknya lonjong alami (oval) dengan permukaan yang sangat halus, licin, dan mengkilap (glossy) tanpa sudut tajam.
- Ukuran: Tersedia dari ukuran kecil (1-2 cm) hingga jumbo (5-7 cm).
- Rekomendasi Penggunaan: Koral Tabur Taman Kering & Aksen Kolam. Karena bentuknya yang lonjong cantik, sayang jika ditanam dalam semen. Biarkan ia terhampar bebas di taman Zen atau di sekitar pot tanaman. Kilauannya saat terkena lampu taman di malam hari sangat mewah.
2. Batu Koral Alor Merah

Saudara dari Alor Hitam, namun populasinya jauh lebih sedikit. Ini adalah batu bagi Anda yang mencari eksklusivitas.
- Karakteristik: Memiliki warna merah hati (maroon) gelap hingga kecokelatan. Teksturnya sama halusnya dengan Alor Hitam, licin dan memantulkan cahaya saat basah.
- Ukuran: Umumnya ukuran sedang (2-4 cm).
- Rekomendasi Penggunaan: Focal Point (Titik Fokus). Jangan gunakan untuk menutup area yang terlalu luas karena warnanya yang gelap dan “berat”. Gunakan sebagai pemanis di sudut taman, hiasan pot indoor, atau aksen di antara batu putih.
3. Batu Koral Balian Krem

Jika Anda ingin lantai garasi yang nuansanya “Bali banget”, ini kuncinya.
- Karakteristik: Berwarna krem lembut, beige, hingga cokelat susu. Teksturnya sedikit kasar dan berpori. Justru tekstur inilah yang membuatnya “menggigit” adukan semen dengan sangat kuat, sehingga lantai awet.
- Ukuran: Dominan ukuran kecil untuk sikat (5-7 mm, 7-9 mm, hingga 1 cm).
- Rekomendasi Penggunaan: Spesialis Koral Sikat Carport. Warna kremnya sangat “memaafkan” debu jalanan. Lantai garasi Anda tidak akan mudah terlihat kotor meskipun jarang disapu.
4. Batu Koral Balian Oren

Memberikan suntikan energi cerah pada lantai Anda.
- Karakteristik: Warna oranye bata, salem, hingga kekuningan cerah. Teksturnya sama dengan Balian Krem, agak kasar dan berpori.
- Ukuran: Kecil (Screening sikat).
- Rekomendasi Penggunaan: Aksen Pola Lantai. Biasanya jarang dipasang full satu blok. Ia digunakan sebagai border (garis tepi) atau isian pola bunga pada lantai koral sikat untuk memberikan dimensi warna agar lantai tidak monoton.
5. Batu Koral Bengkulu

Favorit arsitek bergaya industrial atau rustic.
- Karakteristik: Warna abu-abu kehitaman, mirip warna beton (concrete). Bentuknya pipih hingga bulat dengan tekstur batuan sungai yang sangat keras, padat, dan doff (tidak mengkilap).
- Ukuran: Lengkap, dari sikat (1 cm) hingga tabur (5 cm).
- Rekomendasi Penggunaan: Area Heavy Duty. Batu ini sangat tahan banting. Gunakan untuk lantai carport yang sering dilalui mobil SUV besar. Warnanya yang gelap efektif menyamarkan noda oli atau jejak ban karet.
6. Batu Koral Flores Hijau

Satu lagi kekayaan alam NTT yang unik karena warnanya yang menenangkan.
- Karakteristik: Warna hijau soft, hijau lumut, hingga kebiruan muda (cyan). Permukaannya halus alami gerusan air.
- Ukuran: 2-5 cm.
- Rekomendasi Penggunaan: Elemen Air (Kolam Renang/Ikan). Batu ini memiliki sifat optik unik. Jika ditaruh di dasar kolam, pantulan cahayanya membuat air terlihat lebih biru jernih dan segar. Memberikan efek cooling pada taman yang panas.
7. Batu Koral Italy Hijau

Meskipun namanya “Italy”, ini merujuk pada proses tumbling mesin yang presisi.
- Karakteristik: Warna hijau botol tua (dark green) yang solid, pekat, dan merata. Bentuknya bulat rapi.
- Ukuran: Cenderung kecil (7-9 mm hingga 1 cm).
- Rekomendasi Penggunaan: Detail Mozaik & Pot Indoor. Karena warnanya yang tajam, batu ini sering dipakai untuk membuat logo instansi pada lantai teras atau topping pot tanaman di lobi kantor mewah.
8. Batu Koral Italy Hitam
Berbeda dengan Alor Hitam yang alami dan lonjong, Italy Hitam adalah hasil proses mesin.
- Karakteristik: Hitam pekat, bulat presisi, dan sangat mengkilap (glossy). Terlihat seperti kelereng hitam mahal.
- Ukuran: Variatif, dari kerikil sikat hingga batu tabur besar (3-5 cm).
- Rekomendasi Penggunaan: Taman Modern & Zen Garden. Ukuran besarnya sangat mewah ditabur di taman minimalis yang didominasi dinding putih. Ukuran kecilnya memberikan kesan elegan pada lantai teras.
9. Batu Koral Italy Merah

Batu dengan karakter warna paling berani.
- Karakteristik: Warna merah hati (maroon) atau merah bata yang solid dan konsisten di seluruh permukaan.
- Ukuran: Dominan ukuran kecil (screening).
- Rekomendasi Penggunaan: Pola Mozaik Lantai. Ini adalah “tinta merah” bagi para seniman lantai batu sikat. Digunakan untuk menggambar kelopak bunga, bintang, atau garis geometris tegas pada lantai carport.
10. Batu Koral Italy Putih

Batu paling ikonik untuk gaya Scandinavian dan Japanese Zen Garden.
- Karakteristik: Putih kapur (chalk white) solid. Teksturnya doff (tidak mengkilap), halus, dan berkapur.
- Ukuran: Lengkap, dari sikat (7-9 mm) hingga tabur (3-5 cm).
- Rekomendasi Penggunaan: Zen Garden. Taburkan di sekeliling tanaman Bonsai atau Kaktus. Warna putihnya memberikan kesan suci, bersih, dan luas. Tapi ingat, batu ini mudah kotor, jadi pastikan drainase taman Anda baik.
11. Batu Koral Kupang Pink

Satu-satunya batu dengan nuansa feminin yang natural.
- Karakteristik: Warna merah muda pastel (soft pink), kadang bercampur gradasi oranye muda dan putih. Memberikan kesan manis.
- Ukuran: 1-5 cm.
- Rekomendasi Penggunaan: Taman Bermain & Taman Bunga. Sangat cocok diletakkan di area bermain anak perempuan. Tips pro: Campurkan dengan Kupang Putih (rasio 50:50) untuk mendapatkan tampilan “Strawberry Milk” yang unik.
12. Batu Koral Kupang Putih

Batu “sejuta umat” di Indonesia. Ketersediaannya melimpah dan harganya paling bersahabat.
- Karakteristik: Putih gading (agak kekuningan/keabuan natural), tidak seputih Italy. Bentuknya variatif dari oval, pipih, hingga bulat.
- Ukuran: Sangat Lengkap. Mulai dari 1 cm hingga jumbo 7 cm.
- Rekomendasi Penggunaan: Serbaguna & Hemat Budget. Solusi terbaik untuk menutup area tanah taman yang luas tanpa bikin kantong bolong. Juga bagus untuk media resapan air (biopori).
13. Batu Koral Labuhan

Batu ini memiliki fungsi teknis yang lebih menonjol daripada fungsi estetisnya.
- Karakteristik: Warna abu-abu gelap. Teksturnya sangat kasar dan berpori-pori besar (seperti batu lava/apung tapi berat). Bentuk tidak beraturan.
- Ukuran: Sedang hingga besar (3-7 cm).
- Rekomendasi Penggunaan: Kolam Ikan Koi. Pori-pori kasarnya adalah “rumah susun” bagi bakteri pengurai racun (nitrosomonas). Wajib ada di dalam chamber filter kolam Anda. Gunakan juga di pinggir kolam sebagai pijakan anti-licin.
14. Batu Koral Pancawarna

Satu karung berisi “pesta” warna alami.
- Karakteristik: Campuran alami berbagai batuan sungai. Ada merah, cokelat, abu, krem, dan hitam dalam satu kemasan.
- Ukuran: Kecil (5-9 mm).
- Rekomendasi Penggunaan: Lantai Garasi Anti-Kotor. Karena warnanya yang sudah ramai dan gelap-terang, noda oli, tanah, atau debu menjadi tidak terlihat (tersamar). Pilihan cerdas untuk Anda yang sibuk dan jarang menyikat lantai.
15. Batu Koral Red Singapore

- Karakteristik: Warna merah bata (terracotta) alami yang pudar dan rustic. Bentuk cenderung pipih.
- Ukuran: 2-4 cm.
- Rekomendasi Penggunaan: Pathway (Jalan Setapak). Warna merah batanya sangat kontras dengan rumput hijau. Sering digunakan untuk mengisi celah antar stepping stone di taman bergaya Mediterania.
16. Batu Koral Telur Puyuh

- Karakteristik: Warna dasar putih/abu terang dengan bintik-bintik (dots) hitam/abu gelap di seluruh permukaannya. Sangat unik.
- Ukuran: 1-4 cm.
- Rekomendasi Penggunaan: Topping Pot & Aquascape. Karena motifnya yang detail, batu ini harus dilihat dari jarak dekat. Sangat indah jika dimasukkan ke dalam akuarium atau pot sukulen di meja kerja.
Estimasi Harga Batu Koral Per Karung (Update 2026)
Berikut adalah daftar harga rata-rata di pasaran (Jabodetabek & sekitarnya). Harga bisa berubah tergantung lokasi dan volume pembelian.
| Jenis Batu Koral | Fungsi Utama | Kemasan | Estimasi Harga |
| Koral Alor Hitam | Taman / Tabur | 10 KG | Rp 95.000 / Karung |
| Koral Alor Merah | Taman / Aksen | 10 KG | Rp 95.000 / Karung |
| Koral Bengkulu | Sikat / Tabur | 10 KG | Rp 30.000 / Karung |
| Koral Hijau Flores | Kolam / Taman | 10 KG | Rp 75.000 / Karung |
| Koral Kupang Pink | Taman Hias | 10 KG | Rp 40.000 / Karung |
| Koral Kupang Putih | Taman / Biopori | 10 KG | Rp 30.000 / Karung |
| Koral Labuhan | Filter Kolam | 10 KG | Rp 25.000 / Karung |
| Koral Red Singapur | Pathway / Taman | 10 KG | Rp 30.000 / Karung |
| Koral Telur Puyuh | Pot / Aquascape | 13 KG | Rp 40.000 / Karung |
| Koral Pancawarna | Sikat / Aquascape | 10 KG | Rp 30.000 / Karung |
| Koral Balian Cream | Sikat Carport | 10 KG | Rp 60.000 / Karung |
| Koral Balian Orange | Sikat Carport | 10 KG | Rp 60.000 / Karung |
| Koral Italy Hijau | Mozaik / Pot | 10 KG | Rp 95.000 / Karung |
| Koral Italy Merah | Mozaik / Sikat | 10 KG | Rp 95.000 / Karung |
| Koral Italy Putih | Zen Garden | 10 KG | Rp 95.000 / Karung |
| Koral Italy Hitam | Zen / Sikat | 10 KG | Rp 90.000 / Karung |
Tips Belanja: Batu jenis Italy dan Alor memang lebih mahal karena faktor kelangkaan dan proses pengolahan (tumbled/import quality). Sedangkan Kupang dan Bengkulu lebih murah karena stok alamnya melimpah.
Panduan Aplikasi & Penggunaan Sesuai Area
Jangan sampai salah tempat! Batu sikat tidak bisa ditabur sembarangan (karena terlalu kecil dan mudah hilang), batu tabur besar tidak bisa disikat (karena mudah copot).
1. Area Carport & Teras (Teknik Koral Sikat)

Teknik ini mencampur batu dengan adukan semen, meratakannya, lalu menyikat permukaan semen saat setengah kering hingga tekstur batu muncul.
- Batu Terbaik: Balian Series (Krem & Oren), Pancawarna, Bengkulu (Kecil), Italy Series (ukuran 7-9 mm).
- Kenapa: Anda butuh batu ukuran kecil (di bawah 1 cm) agar ikatan dengan semen kuat dan permukaan lantai rata (nyaman diinjak).
2. Taman Kering (Zen Garden)

Batu berfungsi sebagai ground cover pengganti rumput.
- Batu Terbaik: Italy Putih (3-5 cm), Alor Hitam (3-5 cm), Kupang Putih.
- Kenapa: Gunakan ukuran yang agak besar (di atas 2 cm) agar batu memiliki bobot dan tidak mudah terpental saat disapu atau tertiup angin kencang.
3. Kolam Ikan & Filter

- Batu Terbaik: Batu Koral Labuhan.
- Kenapa: Ini soal fungsi biologis. Pori-pori kasar Labuhan adalah rumah bakteri baik. Masukkan ke dalam chamber filter untuk air yang jernih.
4. Pot Tanaman (Top Dressing)

- Batu Terbaik: Telur Puyuh, Italy Hijau, Kupang Pink.
- Kenapa: Estetika jarak dekat. Motif dan warna batu ini sangat cantik dilihat mata saat Anda menyiram tanaman.
Cara Menghitung Kebutuhan Batu Koral (Rumus Anti Rugi)
Salah satu kesalahan fatal dalam renovasi adalah membeli batu dalam jumlah pas-pasan. Ingat, batu alam memiliki bentuk tidak beraturan, sehingga akan ada celah kosong yang perlu diisi.
Batu koral umumnya dijual dalam kemasan karung sak 10 kg. Berikut rumus hitungnya berdasarkan pengalaman lapangan:
1. Rumus Koral Tabur (Taman)
Tujuannya adalah menutup tanah hingga padat dan tanah merah tidak terlihat sama sekali.
- Rumus: Per 1 meter persegi (m²) lahan, Anda membutuhkan 3 sampai 4 karung.
- Catatan: Jika menggunakan batu ukuran kecil (1-2 cm), Anda butuh lebih banyak (mendekati 4 karung) karena volume per butirnya kecil.
2. Rumus Koral Sikat (Lantai)
Karena batu dicampur dan ditanam dalam semen, penggunaannya lebih irit.
- Rumus: Per 1 meter persegi (m²) lantai, Anda membutuhkan 2 sampai 3 karung.
- Catatan: Jika ingin hasil yang sangat rapat (batu mendominasi, semen sedikit terlihat alias “mewah”), gunakan 3 karung. Jika ingin standar, cukup 2-2.5 karung.
Saran Pro: Selalu beli lebih 10% dari hitungan total untuk cadangan (spare) jika ada sudut yang sulit atau batu yang pecah.
Tips Pemasangan & Perawatan Agar Tidak Berlumut
Batu alam adalah material yang low maintenance, tapi bukan no maintenance. Terutama di iklim tropis Indonesia yang lembab, lumut adalah musuh utama.
1. Persiapan Lahan (PENTING untuk Taman Tabur!)
Jangan langsung tabur batu di atas tanah merah/tanah liat!
- Batu akan perlahan ambles/tenggelam ke dalam tanah saat hujan.
- Rumput liar akan tumbuh subur di sela-sela batu.
- Solusi: Ratakan tanah -> Pasang Weed Mat (kain geotekstil hitam) atau jaring paranet -> Baru taburkan batu di atasnya. Air tetap meresap, tapi batu tetap bersih di permukaan.
2. Teknik Coating (Wajib untuk Carport)
Lantai koral sikat di carport wajib di-coating (vernis batu alam).
- Kapan: Tunggu lantai kering sempurna (1-3 hari setelah pasang).
- Jenis: Pilih Gloss untuk efek basah mengkilap (warna batu keluar), atau Doff untuk kesan alami.
- Manfaat: Menutup pori batu dari spora lumut, jamur, dan tumpahan oli kendaraan.
3. Trik Membersihkan Batu Putih (Kupang/Italy)
Batu putih mulai menghijau? Jangan dibuang!
- Ambil batu yang lumutan, masukkan ke ember.
- Isi air dan tuangkan Pemutih Pakaian (seperti Bayclin) atau bubuk Kaporit.
- Rendam selama 2-3 jam. Sikat ringan jika perlu. Bilas bersih.
- Batu akan kembali putih bersih seperti baru keluar dari toko.
Kesimpulan
Memilih batu koral bukan hanya soal warna, tapi juga soal karakter dan fungsi.
- Ingin lantai garasi yang kuat, tidak mudah kotor, dan bernuansa tropis? Pilih Balian atau Pancawarna dengan teknik sikat.
- Ingin taman hening ala Jepang yang menenangkan jiwa? Pilih Italy Putih ukuran besar.
- Ingin kolam ikan yang sehat dan jernih? Wajib gunakan Labuhan di filter Anda.
- Ingin kemewahan modern di taman kering? Alor Hitam atau Italy Hitam adalah investasi terbaik.
Dengan panduan 16 jenis batu di atas, kini Anda memiliki pengetahuan setara kontraktor lanskap profesional. Anda tahu persis apa yang harus dibeli, berapa banyak, dan bagaimana merawatnya.
Sudah siap menyulap hunian Anda menjadi lebih estetis akhir pekan ini? Hubungi supplier batu alam terpercaya dan mulailah berkreasi!
2 Responses
artikel yang bagus, kalau batu alam tabur putih yang mengkilap itu jenis apa ya kak
Mungkin yang dimaksud batu koral putih italy ka. lebih lengkapnya bisa baca artikel berikut https://mughnistone.com/7-jenis-koral-sikat-dan-inspirasi-desain-lantai-untuk-rumah/